Saturday, January 1, 2011

Kampung Naga - Tasikmalaya (01 Januari 2011)

01 Januari 2011

Nilailah seseorang dari pertanyaan yang dia ajukan, bukan dari jawaban yang ia katakan.” Voltaire (1694–1778), penulis dan filsuf Prancis

Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.
Salam Sejahtera Untuk Semuanya.

Perkenalkan nama saya Rizal Riansyah,
 Di kesempatan ini saya akan menceritakan perjalanan liburan saya di tahun baru 2011 di daerah Tasik Malaya, lebih fokus nya di Kampung Naga.

Berkumpul di Kota Cimahi dengan beberapa teman, setelah semua berkumpul, kita touring menggunakan sepeda motor berangkat ke Tasik,

Perjalanan dari Cimahi ke Tasikmalaya menghabiskan waktu sekitar 4-5jam (perjalanan yang panjang) :D

Setelah melewati batas bantuk dan tasik/gaurt, sepanjang perjalanan di suguhi oleh pemandangan yang menyejukan.

Setibanya di Kampung naga, kita parkir kendaraan kita di tempat parkir di dekat gerbang Kampung Naga.
Cukup murah untuk parkir nya, sangat terjangkay bagi kocek kita :D

Informasi Mengenasi Kampung Naga - Tasik Malaya

Kampung Naga merupakan suatu perkampungan yang dihuni oleh sekelompok masyarakat yang sangat kuat dalam memegang adat istiadat peninggalan leluhurnya, dalam hal ini adalah adat Sunda. Seperti permukiman Badui, Kampung Naga menjadi objek kajian antropologi mengenai kehidupan masyarakat pedesaan Sunda pada masa peralihan dari pengaruh Hindu menuju pengaruh Islam di Jawa Barat.

Kampung Naga merupakan sebuah kampung adat yang masih lestari. Masyarakatnya masih memegang adat tradisi nenek moyang mereka. Mereka menolak intervensi dari pihak luar jika hal itu mencampuri dan merusak kelestarian kampung tersebut. Namun, asal mula kampung ini sendiri tidak memiliki titik terang. Tak ada kejelasan sejarah, kapan dan siapa pendiri serta apa yang melatarbelakangi terbentuknya kampung dengan budaya yang masih kuat ini. Warga kampung Naga sendiri menyebut sejarah kampungnya dengan istilah "Pareum Obor". Pareum jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, yaitu mati, gelap. Dan obor itu sendiri berarti penerangan, cahaya, lampu. Jika diterjemahkan secara singkat yaitu,  Matinya penerangan. Hal ini berkaitan dengan sejarah kampung naga itu sendiri. Mereka tidak mengetahui asal usul kampungnya. Masyarakat kampung naga menceritakan bahwa hal ini disebabkan oleh terbakarnya arsip/ sejarah mereka pada saat pembakaran kampung naga oleh Organisasi DI/TII Kartosoewiryo. Pada saat itu, DI/TII menginginkan terciptanya negara Islam di Indonesia. Kampung Naga yang saat itu lebih mendukung Soekarno dan kurang simpatik dengan niat Organisasi tersebut. Oleh karena itu, DI/TII yang tidak mendapatkan simpati warga Kampung Naga membumihanguskan perkampungan tersebut pada tahun 1956.
Adapun beberapa versi sejarah yang diceritakan oleh beberapa sumber diantaranya, pada masa kewalian Syeh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati, seorang abdinya yang bernama Singaparana ditugasi untuk menyebarkan agama Islam ke sebelah Barat. Kemudian ia sampai ke daerah Neglasari yang sekarang menjadi Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya. Di tempat tersebut, Singaparana oleh masyarakat Kampung Naga disebut Sembah Dalem Singaparana. Suatu hari ia mendapat ilapat atau petunjuk harus bersemedi. Dalam persemediannya Singaparana mendapat petunjuk, bahwa ia harus mendiami satu tempat yang sekarang disebut Kampung Naga. Namun masyarakat kampung Naga sendiri tidak meyakini kebenaran versi sejarah tersebut, sebab karena adanya "pareumeun obor" tadi.
Kampung ini secara administratif berada di wilayah Desa NeglasariKecamatan SalawuKabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Lokasi Kampung Naga tidak jauh dari jalan raya yang menghubungkan kota Garut dengan kota TasikmalayaKampung ini berada di lembah yang subur, dengan batas wilayah, di sebelah Barat Kampung Naga dibatasi oleh hutan keramat karena di dalam hutan tersebut terdapat makam leluhur masyarakat Kampung Naga. Di sebelah selatan dibatasi oleh sawah-sawah penduduk, dan di sebelah utara dan timur dibatasi oleh Ci Wulan (Kali Wulan) yang sumber airnya berasal dari Gunung Cikuray di daerah Garut. Jarak tempuh dari kota Tasikmalaya ke Kampung Naga kurang lebih 30 kilometer, sedangkan dari kota Garut jaraknya 26 kilometer. Untuk menuju Kampung Naga dari arah jalan raya Garut-Tasikmalaya harus menuruni tangga yang sudah di tembok (Sunda : sengked) sampai ke tepi sungai Ciwulan dengan kemiringan sekitar 45 derajat dengan jarak kira-kira 500 meter. Kemudian melalui jalan setapak menyusuri sungai Ciwulan sampai kedalam Kampung Naga.
Menurut data dari Desa Neglasari, bentuk permukaan tanah di Kampung Naga berupa perbukitan dengan produktivitas tanah bisa dikatakan subur. Luas tanah Kampung Naga yang ada seluas satu hektare setengah, sebagian besar digunakan untuk perumahan, pekarangan, kolam, dan selebihnya digunakan untuk pertanian sawah yang dipanen satu tahun dua kali.
Penduduk Kampung Naga semuanya mengaku beragama Islam. Pengajaran mengaji bagi anak-anak di Kampung Naga dilaksanakan pada malam Senin dan malam Kamis, sedangkan pengajian bagi orang tua dilaksanakan pada malam Jumat. Dalam menunaikan rukun Islam yang kelima atau ibadah Haji, mereka beranggapan tidak perlu jauh-jauh pergi ke Tanah Suci Mekkah, namun cukup dengan menjalankan upacara Hajat Sasih yang waktunya bertepatan dengan Hari Raya Haji yaitu setiap tanggal 10 Rayagung (Dzulhijjah). Upacara Hajat Sasih ini menurut kepercayaan masyarakat Kampung Naga sama dengan Hari Raya Idul Adha dan Hari Raya Idul Fitri.
Menurut kepercayaan masyarakat Kampung Naga, dengan menjalankan adat-istiadat warisan nenek moyang berarti menghormati para leluhur atau karuhun. Segala sesuatu yang datangnya bukan dari ajaran karuhun Kampung Naga, dan sesuatu yang tidak dilakukan karuhunnya dianggap sesuatu yang tabu. Apabila hal-hal tersebut dilakukan oleh masyarakat Kampung Naga berarti melanggar adat, tidak menghormati karuhun, hal ini pasti akan menimbulkan malapetaka.
Kepercayaan masyarakat Kampung Naga kepada mahluk halus masih dipegang kuat. Percaya adanya jurig cai, yaitu mahluk halus yang menempati air atau sungai terutama bagian sungai yang dalam ("leuwi"). Kemudian "ririwa" yaitu mahluk halus yang senang mengganggu atau menakut-nakuti manusia pada malam hari, ada pula yang disebut "kunti anak" yaitu mahluk halus yang berasal dari perempuan hamil yang meninggal dunia, ia suka mengganggu wanita yang sedang atau akan melahirkan. Sedangkan tempat-tempat yang dijadikan tempat tinggal mahluk halus tersebut oleh masyarakat Kampung Naga disebut sebagai tempat yang angker atau sanget. Demikian juga tempat-tempat seperti makam Sembah Eyang SingaparnaBumi ageung dan masjid merupakan tempat yang dipandang suci bagi masyarakat Kampung Naga.
Tabu, pantangan atau pamali bagi masyarakat Kampung Naga masih dilaksanakan dengan patuh khususnya dalam kehidupan sehari-hari, terutama yang berkenaan dengan aktivitas kehidupannya.pantangan atau pamali merupakan ketentuan hukum yang tidak tertulis yang mereka junjung tinggi dan dipatuhi oleh setiap orang. Misalnya tata cara membangun dan bentuk rumah, letak, arah rumah,pakaian upacara, kesenian, dan sebagainya.
Bentuk rumah masyarakat Kampung Naga harus panggung, bahan rumah dari bambu dan kayu. Atap rumah harus dari daun nipah, ijuk, atau alang-alang, lantai rumah harus terbuat dari bambu atau papan kayu. Rumah harus menghadap kesebelah utara atau ke sebelah selatan dengan memanjang kearah Barat-Timur. Dinding rumah dari bilik atau anyaman bambu dengan anyaman sasag. Rumah tidak boleh dicat, kecuali dikapur atau dimeni. Bahan rumah tidak boleh menggunakan tembok, walaupun mampu membuat rumah tembok atau gedung (gedong).
Rumah tidak boleh dilengkapi dengan perabotan, misalnya kursi, meja, dan tempat tidur. Rumah tidak boleh mempunyai daun pintu di dua arah berlawanan. Karena menurut anggapan masyarakat Kampung Naga, rizki yang masuk kedalam rumah melaui pintu depan tidak akan keluar melalui pintu belakang. Untuk itu dalam memasang daun pintu, mereka selalu menghindari memasang daun pintu yang sejajar dalam satu garis lurus.
Di bidang kesenian masyarakat Kampung Naga mempunyai pantangan atau tabu mengadakan pertunjukan jenis kesenian dari luar Kampung Naga seperti wayang golek, dangdut, pencak silat, dan kesenian yang lain yang mempergunakan waditra goong. Sedangkan kesenian yang merupakan warisan leluhur masyarakat Kampung Naga adalah terbangan, angklung, beluk, dan rengkong. Kesenian beluk kini sudah jarang dilakukan, sedangkan kesenian rengkong sudah tidak dikenal lagi terutama oleh kalangan generasi muda. Namun bagi masyarakat Kampung Naga yang hendak menonton kesenian wayangpencak silat, dan sebagainya diperbolehkan kesenian tersebut dipertunjukan di luar wilayah Kampung Naga.
Adapu pantangan atau tabu yang lainnya yaitu pada hari Selasa, Rabu, dan Sabtu. Masyarakat kampung Naga dilarang membicarakan soal adat-istiadat dan asal usul kampung Naga. Masyarakat Kampung Naga sangat menghormati Eyang Sembah Singaparna yang merupakan cikal bakal masyarakat Kampung Naga. Sementara itu, di Tasikmalaya ada sebuah tempat yang bernama Singaparna, Masyarakat Kampung Naga menyebutnya nama tersebut Galunggung, karena kata Singaparna berdekatan dengan Singaparna nama leluhur masyarakat Kampung Naga.
Sistem kepercayaan masyarakat Kampung Naga terhadap ruang terwujud pada kepercayaan bahwa ruang atau tempat-tempat yang memiliki batas-batas tertentu dikuasai oleh kekuatan-kekuatan tertentu pula. Tempat atau daerah yang mempunyai batas dengan kategori yang berbeda seperti batas sungai, batas antara pekarangan rumah bagian depan dengan jalan, tempat antara pesawahan dengan selokan, tempat air mulai masuk atau disebut dengan huluwotan, tempat-tempat lereng bukit, tempat antara perkampungan dengan hutan, dan sebagainya, merupakan tempat-tempat yang didiami oleh kekuatan-kekuatan tertentu. Daerah yang memiliki batas-batas tertentu tersebut didiami mahluk-mahluk halus dan dianggap angker atau sanget. Itulah sebabnya di daerah itu masyarakat Kampung Naga suka menyimpan "sasajen" (sesaji).
Kepercayaan masyarakat Kampung Naga terhadap waktu terwujud pada kepercayaan mereka akan apa yang disebut palintangan. Pada saat-saat tertentu ada bulan atau waktu yang dianggap buruk, pantangan atau tabu untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang amat penting seperti membangun rumah, perkawinan, hitanan, dan upacara adat. Waktu yang dianggap tabu tersebut disebut larangan bulan. Larangan bulan jatuhnya pada bulan sapar dan bulan Rhamadhan. Pada bulan-bulan tersebut dilarang atau tabu mengadakan upacara karena hal itu bertepatan dengan upacara menyepi. Selain itu perhitungan menentukan hari baik didasarkan pada hari-hari naas yang ada dalam setiap bulannya, seperti yang tercantum dibawah ini:
  1. Muharam (Muharram) hari Sabtu-Minggu tanggal 11,14
  2. Sapar (Safar) hari Sabtu-Minggu tanggal 1,20
  3. Maulud hari (Rabiul Tsani)Sabtu-Minggu tanggal 1,15
  4. Silih Mulud (Rabi'ul Tsani) hari Senin-Selasa tanggal 10,14
  5. Jumalid Awal (Jumadil Awwal)hari Senin-Selasa tanggal 10,20
  6. Jumalid Akhir (Jumadil Tsani)hari Senin-Selasa tanggal 10,14
  7. Rajab hari (Rajab) Rabu-Kamis tanggal 12,13
  8. Rewah hari (Sya'ban) Rabu-Kamis tanggal 19,20
  9. Puasa/Ramadhan (Ramadhan)hari Rabu-Kamis tanggal 9,11
  10. Syawal (Syawal) hari Jumat tanggal 10,11
  11. Hapit (Dzulqaidah) hari Jumat tanggal 2,12
  12. Rayagung (Dzulhijjah) hari Jumat tanggal 6,20
Pada hari-hari dan tanggal-tanggal tersebut tabu menyelenggarakan pesta atau upacara-upacara perkawinan, atau khitanan. Upacara perkawinan boleh dilaksanakan bertepatan dengan hari-hari dilaksanakannya upacara menyepi. Selain perhitungan untuk menentukan hari baik untuk memulai suatu pekerjaan seperti upacara perkawinan, khitanan, mendirikan rumah, dan lain-lain, didasarkan pada hari-hari naas yang terdapat pada setiap bulannya.

Berikut ini adalah foto foto saat berada di kampung naga :

Gerbang Masuk Kampung Naga



Tugu Kujang Pusaka
Memasuki Kampung Naga
Memasuki Kampung Naga
Rumah Rumah di Kampung Naga
Selfie Dulu Hahahahaha
Selfie Lagi :D

View Kampung Naga
Rumah Rumah Di Kampung Naga
Salam, 
Post By Rizal Riansyah

Info dari Wikipedia.com

 

Sunday, August 16, 2009

Maribaya - Lembang (16 Agustus 2009)

”Kecerdasan tanpa ambisi bagaikan seekor burung tak bersayap”. Salvador DalĂ­ (1904–1989)pelukis Spanyol 

Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

Salam Sejahtera Untuk Semuanya.
Perkenalkan nama saya Rizal Riansyah,
Di kesempatan ini saya akan menuangkan cerita perjalanan liburan ke Maribaya - Lembang tahun 2009 tepat nya tanggal 16 bulan Agustus 2009.
Hari Minggu, saat menjelang hari kemerdekaan Indonesia yaitu tanggal 16 Agustus 2009, saat nya melepas penat kembali setelah berminggu minggu disibukan dengan dunia pekerjaan yang selalu membawa pikiran pikiran ruwet.
Wisata Alam Kali ini berkunjung ke daerah utara Kota Kembang Bandung, mendinginkan suasana, menyejukan badan, termasuk menyejukan hati, hehe.
Perjalanan dari Cimahi, tempat lahir saya, :D. Setelah berkumpul pagi hari dan janjian bersama teman teman saya di suatu tempat di Cimahi, kita pun berangkat k salah satu rumah teman saya di daerah Lembang Bandung. Perjalanan ditembuh dengan 2-3jam dikarenakan saat itu adalah saat saat liburan, sehingga jalanan macet dan padat.

Sesampai nya disana kita beristirahat dan menikmati suasana perkebunan daerah Lembang.

Informasi Tentang Maribaya - Lembang
Maribaya terletak di sebelah utara kota Bandung. Tepat nya berada di sebelah timur Lembang. Kawasan ini dulu terkenal dengan pemandian air panas nya. Tapi saat ini yang masih terkenal adalah alam nya yang masih asri dan menyatu dengan kawasan Taman Hutan Raya Djuanda.
Wisata Maribaya terkenal akan taman hutan alam, oleh sebab itu daerah ini merupakan kawasan hutan di Bandung yang memberikan pemandangan pepohonan menjulang tinggi serta terdapat air terjun dan pemandian air panas.


Singkat saja cerita dari Maribaya nya, berhubung dsana juga tidak lama :D
Salam Damai,


Post By Rizal Riansyah

07 Juni 2009

Sunday, June 7, 2009

Bendungan Cirata - Kebun Raya Bogor (06-07 Juni 2009)

6 juni 2009

"Setinggi apapun ilmu agamamu, kau akan tetap sulit melangkah jika hatimu penuh dengan kerapuhan" Anonim

Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.
Salam Sejahtera Untuk Semuanya.

Perkenalkan nama saya Rizal Riansyah,
Di kesempatan ini saya akan menuangkan cerita perjalanan liburan di pertengahan tahun 2009 tepat nya tanggal 6 bulan juni 2009.

Hari Sabtu, dimana sebuah pabrik di tempat saya kerja harus bekerja setengah hari, saya memaksakan bolos hanya untuk berlibur dengan rekan rekan sepekerjaan. Tujuan liburan adalah Kebun Raya Bogor. Start Perjalanan dimulai pagi hari berangkat dari Purwakarta. kami berangkat beberapa orang menggunakan sepeda motor, Touring ceritanya lah :D hahahha.

Perjalanan Purwakarta ke Bogor melewati Waduk Cirata. Sejenak bersama rekan rekan beristirahat di sebuah salah satu bendungan terpanjang di Jawa Barat ini. Subhanalloh, betapa menakjubkan waduk tersebut.

Informasi Tentang Waduk CIrata

Waduk Cirata adalah waduk yang membendung Sungai Citarum dengan luas genangan 62 km persegi. Luas keseluruhan Waduk Cirata adalah 43.777,6 ha, yang terdiri dari 37.577,6 ha wilayah daratan dan 6.200 ha wilayah perairan. Fungsi utama waduk ini adalah sebagai pembangkit tenaga listrik. Namun akhirnya berbagai kegiatan ikut berkembang di kawasan ini, termasuk pariwisata. Aktivitas yang dapat dilakukan di kawasan Waduk Cirata, yaitu menikmati panorama, berperahu, memancing, dan bersantai. 

Informasi dari Wikipedia, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Cirata merupakan PLTA terbesar di Asia Tenggara. PLTA ini memiliki konstruksi power house di bawah tanah dengan kapasitas 8x126 Megawatt (MW) sehingga total kapasitas terpasang 1.008 Megawatt (MW) dengan produksi energi listrik rata-rata 1.428 Giga Watthour (GWh) pertahun.


Kapasitas 1008 MW tersebut terdiri dari Cirata I yang memiliki empat unit masing-masing operasi dengan daya terpasang 126 MW yang mulai dioperasikan tahun 1988 dengan daya terpasang 504 MW, selain itu Cirata II juga dengan empat unit masing-masing 126 MW, yang mulai dioperasikan sejak tahun 1997 dengan daya terpasang 504 MW. Cirata I dan II mampu memproduksi energi listrik rata-rata 1.428 GWh pertahun yang kemudian dislaurkan melalui jaringan transmisi tegangan ekstra tinggi 500 kV ke sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali (Jamali).


Guna menghasilkan energi listrik sebesar 1.428 Gwh, dioperasikan delapan buah turbin dengan kapasitas masing-masing 129.000 KW dengan putaran 187,5 RPM. Adapun tinggi air jatuh efektif untuk memutar turbin 112,5 meter dengan debit air maksimum 135 m3 perdetik. PLTA Cirata dibangun dengan komposisi bangunan power house empat lantai di bawah tanah yang menpengoperasiannya dikendalikan dari ruang control switchyard berjarak sekitar 2 kilometer (km) dari mesin-mesin pembangkit yang terletak di power house.
PLTA tersebut merupakan pembangkit yang dioperasikan oleh anak perusahaan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN persero) yaitu PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) yang disalurkan melalui saluran transmisi tenaga listrik 500 kilo volt (KV) ke sistem Jawa Bali yang diatur oleh dispatcher PLN Pusat Pengatur Beban (P3B).Kontribusi utama Cirata terhadap sistem Jawa Bali yaitu memikul beban puncak dan beroperasi pada pukul 17.00-22.00, dengan moda operasi LFC (Load Frequency Control), dimana memiliki fasilitas line charging bila sistem Jawa Bali mengalami Black Out dan Start up operasi/ sinkron ke jaringan 500 KV yang relatif cepat yaitu kurang lebih lima menit.


PLTA Cirata terletak di daerah aliran sungai (DAS) Citarum di Desa Tegal Waru, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Sedangkaln luas Waduk Cirata, dari ujung selatan kecamatan Cipeundeuy kabupaten Bandung barat, dan terbendung di desa Ciroyom, kecamatan Cipeundeuy kabupaten Bandung barat, yang berbatasan langsung dengan maniis kabupaten Purwakarta. Latar belakang pendirian PLTA ini, dengan letak sungai Citarum yang subur, bergunung-gunung dan dianugerahi curah hujan yang tinggi. Pembangunan proyek PLTA Cirata merupakan salah satu cara pemanfaatan potensi tenaga air di Sungai Citarum yang letaknya di wilayah kabupaten Bandung, kurang lebih 60 km sebelah barat laut kota Bandung atau 100 km dari Jakarta melalui jalan Purwakarta.

Foto Bendungan Cirata Dari Arah Bogor

Foto Bendungan Cirata Dari Arah Purwakarta

Foto Bendungan Cirata Dari Arah Purwakarta


Just Intermezo, ane dan teman teman :D

Lanjut ke Cerita Perjalanan, :D

Dari Bendungan Cirata, kita Melanjutkan perjalanan menuju rumah salah satu teman saya di Bogor, dan menginap disana.

Keesokan hari nya, kita beranjak ke Kebun Raya Bogor dan menikmati masa masa libur disana bersama teman teman. Kebun Raya Bogor sangat cocok bagi anda yang setiap hari kerja ditempat yang penat. alam terbuka hijau nya, pepohonan nya akan membuat pikiran kita sejuk dan stress pekerjaan akan hilang.


Informasi Tentang Kebun Raya Bogor

Kebun Raya Bogor atau Kebun Botani Bogor adalah sebuah kebun botani besar yang terletak di Kota BogorIndonesia. Luasnya mencapai 87 hektaree dan memiliki 15.000 jenis koleksi pohon dan tumbuhan.
Saat ini Kebun Raya Bogor ramai dikunjungi sebagai tempat wisata, terutama hari Sabtu dan Minggu. Di sekitar Kebun Raya Bogor tersebar pusat-pusat keilmuan yaitu Herbarium BogorienseMuseum Zoologi Bogor, dan PUSTAKA.

Kebun Raya Bogor pada mulanya merupakan bagian dari 'samida' (hutan buatan atau taman buatan) yang paling tidak telah ada pada pemerintahan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi, 1474-1513) dari Kerajaan Sunda, sebagaimana tertulis dalam prasasti Batutulis. Hutan buatan itu ditujukan untuk keperluan menjaga kelestarian lingkungan sebagai tempat memelihara benih benih kayu yang langka. Di samping samida itu dibuat pula samida yang serupa di perbatasan Cianjur dengan Bogor (Hutan Ciung Wanara). Hutan ini kemudian dibiarkan setelah Kerajaan Sunda takluk dari Kesultanan Banten, hingga Gubernur Jenderal van der Capellen membangun rumah peristirahatan di salah satu sudutnya pada pertengahan abad ke-18.


Pada awal 1800-an Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles, yang mendiami Istana Bogor dan memiliki minat besar dalam botani, tertarik mengembangkan halaman Istana Bogor menjadi sebuah kebun yang cantik. Dengan bantuan para ahli botani, W. Kent, yang ikut membangun Kew Garden di London, Raffles menyulap halaman istana menjadi taman bergaya Inggris klasik. Inilah awal mula Kebun Raya Bogor dalam bentuknya sekarang.

Pada tahun 1814 Olivia Raffles (istri dari Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles) meninggal dunia karena sakit dan dimakamkan di Batavia. Sebagai pengabadian, monumen untuknya didirikan di Kebun Raya Bogor.
Ide pendirian Kebun Raya bermula dari seorang ahli biologi yaitu Abner yang menulis surat kepada Gubernur Jenderal G.A.G.Ph. van der Capellen. Dalam surat itu terungkap keinginannya untuk meminta sebidang tanah yang akan dijadikan kebun tumbuhan yang berguna, tempat pendidikan guru, dan koleksi tumbuhan bagi pengembangan kebun-kebun yang lain.

Prof. Caspar Georg Karl Reinwardt adalah seseorang berkebangsaan Jerman yang berpindah ke Belanda dan menjadi ilmuwan botani dan kimia. Ia lalu diangkat menjadi menteri bidang pertanian, seni, dan ilmu pengetahuan di Jawa dan sekitarnya. Ia tertarik menyelidiki berbagai tanaman yang digunakan untuk pengobatan. Ia memutuskan untuk mengumpulkan semua tanaman ini di sebuah kebun botani di Kota Bogor, yang saat itu disebut Buitenzorg (dari bahasa Belanda yang berarti "tidak perlu khawatir"). Reinwardt juga menjadi perintis di bidang pembuatan herbarium. Ia kemudian dikenal sebagai seorang pendiri Herbarium Bogoriense.
Pada tahun 18 Mei 1817, Gubernur Jenderal Godert Alexander Gerard Philip van der Capellen secara resmi mendirikan Kebun Raya Bogor dengan nama ’s Lands Plantentuin te Buitenzorg. Pendiriannya diawali dengan menancapkan ayunan cangkul pertama di bumi Pajajaran sebagai pertanda dibangunnya pembangunan kebun itu, yang pelaksanaannya dipimpin oleh Reinwardt sendiri, dibantu oleh James Hooper dan W. Kent (dari Kebun Botani Kew yang terkenal di RichmondInggris).

Sekitar 47 hektaree tanah di sekitar Istana Bogor dan bekas samida dijadikan lahan pertama untuk kebun botani. Reinwardt menjadi pengarah pertamanya dari 1817 sampai 1822. Kesempatan ini digunakannya untuk mengumpulkan tanaman dan benih dari bagian lain Nusantara. Dengan segera Bogor menjadi pusat pengembangan pertanian dan hortikultura di Indonesia. Pada masa itu diperkirakan sekitar 900 tanaman hidup ditanam di kebun tersebut.
Pada tahun 1822 Reinwardt kembali ke Belanda dan digantikan oleh Dr. Carl Ludwig Blume  yang melakukan inventarisasi tanaman koleksi yang tumbuh di kebun. Ia juga menyusun katalog kebun yang pertama berhasil dicatat sebanyak 912 jenis (spesies) tanaman. Pelaksanaan pembangunan kebun ini pernah terhenti karena kekurangan dana tetapi kemudian dirintis lagi oleh Johannes Elias Teysmann (1831), seorang ahli kebun istana Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch. Dengan dibantu oleh Justus Karl Hasskarl, ia melakukan pengaturan penanaman tanaman koleksi dengan mengelompokkan menurut suku (familia).

Teysmann kemudian digantikan oleh Dr. Rudolph Herman Christiaan Carel Scheffer pada tahun 1867 menjadi direktur, dan dilanjutkan kemudian oleh Prof. Dr. Melchior Treub.
Pendirian Kebun Raya Bogor bisa dikatakan mengawali perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Dari sini lahir beberapa institusi ilmu pengetahuan lain, seperti Bibliotheca Bogoriensis (1842), Herbarium Bogoriense (1844), Kebun Raya Cibodas (1860), Laboratorium Treub (1884), dan Museum dan Laboratorium Zoologi (1894).
Pada tanggal 30 Mei 1868 Kebun Raya Bogor secara resmi terpisah pengurusannya dengan halaman Istana Bogor.

Pada mulanya kebun ini hanya akan digunakan sebagai kebun percobaan bagi tanaman perkebunan yang akan diperkenalkan ke Hindia-Belanda (kini Indonesia). Namun pada perkembangannya juga digunakan sebagai wadah penelitian ilmuwan pada zaman itu (1880 - 1905).

Kebun Raya Bogor selalu mengalami perkembangan yang berarti di bawah kepemimpinan Dr. Carl Ludwig Blume (1822), JE. Teijsmann dan Dr. Hasskarl (zaman Gubernur Jenderal Van den Bosch), J. E. Teijsmann dan Simon Binnendijk, Dr. R.H.C.C. Scheffer (1867), Prof. Dr. Melchior Treub (1881), Dr. Jacob Christiaan Koningsberger (1904), Van den Hornett (1904), dan Prof. Ir. Koestono Setijowirjo (1949), yang merupakan orang Indonesia pertama yang menjabat suatu pimpin lembaga penelitian yang bertaraf internasional.

Pada saat kepemimpinan tokoh-tokoh itu telah dilakukan kegiatan pembuatan katalog mengenai Kebun Raya Bogor, pencatatan lengkap tentang koleksi tumbuh-tumbuhan Cryptogamae, 25 spesies Gymnospermae, 51 spesies Monocotyledonae dan 2200 spesies Dicotyledonae, usaha pengenalan tanaman ekonomi penting di Indonesia, pengumpulan tanam-tanaman yang berguna bagi Indonesia (43 jenis, di antaranya vanilikelapa sawitkinagetah percatebuubi kayujagung dari Amerikakayu besi dari Palembang dan Kalimantan), dan mengembangkan kelembagaan internal di Kebun Raya yaitu:
Kebun Raya Bogor sepanjang perjalanan sejarahnya mempunyai berbagai nama dan julukan, seperti
  • ’s Lands Plantentuin
  • Syokubutzuer (zaman Pendudukan Jepang)
  • Botanical Garden of Buitenzorg
  • Botanical Garden of Indonesia
  • Kebun Gede
  • Kebun Jodoh
Pintu Masuk Kebun Raya Bogor

Danau

Jalan Jalan di dalam Kebun Raya Bogor

Jalan Jalan di dalam Kebun Raya Bogor

Danau lagi, biasa dipake Tempat untuk pacaran :D

Jembatan (ga tau nama jembatan nya)

Ane bersama Teman Teman

Ane Bersama Teman Teman lagi


Cukup sekian cerita dan informasi yang bisa saya ceritakan,
Mudah mudahan bermanfaat.

Salam Damai,

Post By Rizal Riansyah
07 Juni 2009

Tuesday, December 27, 2005

Latsus PKS SMK Negeri 1 Cimahi - Cimahi (27 Desember 2005 - 29 Desember 2005)

Cimahi - Latsus PKS SMK Negeri 1 Cimahi (27 Desember 2005 - 29 Desember 2005)
 
Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.
Salam Sejahtera Untuk Semuanya.

Kesempatan kali ini saya akan bercerita tentang perjalanan hidup saya dimana saya mengikuti suatu ekstrakurrikuler PKS (Patroli Keamanan Sekolah) di SMK Negeri 1 Cimahi.

PKS atau Patroli Keamanan Sekolah adalah salah satu ekskul kepemimpinan siswa yang baru ada di SMK Negeri 1 Cimahi saat itu. Saat saya mengikuti PKS di SMK Negeri 1 Cimahi, PKS baru di rintis dan Saya bersama angkatan saya termasuk Perintis Muda PKS SMK Negeri 1 Cimahi tahun 2005.

PKS adalah singkatan dari Patroli Keamanan Sekolah jika kita mendengar kata Patroli, tentunya kita teringat tugas-tugas pengawasan daerah sesuai dengan perincian tugas yang dibebankannya, Misalnya Patroli Jalan Raya (PJR) adalah patroli Polisi Lalu Lintas yang tugasnya mengadakan pengawasan keamanan, ketertiban, kelancaran lalu lintas sepanjang jalan tersebut. Begitu pula PKS tidak jauh beda tugasnya dengan PJR tetapi yang membedakannya adalah ruang lingkup tugasnya, PJR bertugas disepanjang jalan raya sedangkan PKS di lingkungan sekolah serta jalan menuju ke sekolah.

Didasarkan oleh rasa memiliki terhadap sekolah didalam menjaga ketertiban dan keamanannnya, maka para pelajar mewujudkan hal tersebut kedalam suatu wadah organisasi guna mempermudah pengkoodinasiannya. Untuk itulah maka pada tanggal 5 Mei 1975 dibentuklah suatu wadah yang bernama Polisi Keamanan Sekolah. Pada saat itulah ruang lingkup tugas yang diemban Polisi Keamanan Sekolah masih sempit, yaitu hanya sebatas menjaga keamanan sekolah dari tindakan-tindakan yang dilakukan oleh siswa tersebut. Untuk memperluas ruang lingkup dari tugas Polisi Keamanan Sekolah, maka pada tanggal 5 Juni 1975 Polisi Keamanan Sekolah diganti namanya dengan Patroli Keamanan Sekolah dengan persetujuan dari Bapak Letkol. Anton Soedjarwo. Ruang lingkup dari Patroli Keamanan Sekolah mengalami peluasan dan penyempitan. Tugas disempitkan dalam bidang keamanan, Dimana tugas yang diemban Patroli Keamanan Sekolah hanya sebagai pengawas atau pemantau dari tindakan-tindakan negative yang terjadi di sekolah untuk selanjutnya dilaporkan kepada pihak guru. Sedangkan perluasannya yaitu pada bidang kelalulintasan, dimana seluruh anggota Patroli Keamanan Sekolah wajib mengetahui peraturan-peraturan kelalulintasan.
Tugas

Tugas PKS adalah mengatur lalu lintas silingkungan sekolah dan lingkungan sekitar sekolah, terutama pada saat menyebrangkan siswa-siswi yang akan menuju kesekolah maupun yang akan meninggalkan sekolah. PKS juga dapat bertugas ditempat-tempat lain yang sedang melaksanakan kegiatan sekolah, umpamanya pada saat kegiatan Porseni, menyambut perayaan hari-hari besar dan kegiatan lainnya. Walaupun semata-mata PKS bertugas untuk kawan-kawan se-sekolahnya, dibenarkan juga kalau mereka melaksanakan tugasnya terhadap pemakai jalan lain, seperti menyebrangkan siswa-siswi dari sekolah lain. Orang lanjut usia atau siapa saja yang ada di tempat itu dan memerlukan pertolongan, bahkan anggota PKS pun bisa membantu tugas para Polisi yang ada dijalan.

Tanda Syahnya Sebagai Anggota PKS
Setelah melewati masa pendidikan minimal 12 kali masa latihan (3 bulan). Para siswa yang dinyatakan lulus akan dilantik oleh inspektur upacara pada saat penutupan yang dimaksud inspektur upacara adalah bapak Gubernur atau Kapolda atau yang mewakili. Pada waktu pelantikan setelah salah satu dari peserta didik mendapatkan penyematan tanda PKS (Lencana) dan diterimanya kelengkapan lainnya serta piagam tanda lulus maka semua anggota yang mengikuti kegiatan pendidikan telah syah menjadi anggota PKS. Keanggotaan ini akan batal atau berakhir pada waktu yang bersangkutan telah pindah kelain daerah atau telah lulus dari sekolahnya dan melanjutkan kejengjang yang lebih tinggi.
Janji Patroli Keamanan Sekolah

Kami anggota Patroli Keamanan Sekolah berjanji : 
- Akan menjungjung tinggi serta setia kepada Pancasila dan Undang-Undang dasar 1945.
- Akan menjungjung tinggi harkat dan martabat Patroli Kemanan Sekolah -
- Dengan rasa sukarela akan berbakti kepada para pelajar pada khususnya dan masyarakat pemakai jalan pada umumnya.
- Akan bekerja dengan penuh berdisiplin serta tekun sehinga keamanan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas akan benar-benar terwujud.

Sedikit tentang sejarah PKS di SMK Negeri 1 Cimahi.
Pada awalnya PKS SMKN 1 Cimahi terbentuk oleh program OSIS periode 2004/2005 tentang pembentukan Rules Commando Students (RCS) yang merupakan nama lain dari PKS. Tugas dan fungsinya yaitu bekerja sama dengan Sekbid Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) dalam menangani persiapan apel, upacara, siswa yang terlambat juga patroli di lingkungan serta luar sekolah. Namun dikarenakan tak ada tindak lanjut dari anggota PPBN itu sendiri akhirnya RCS pun tidak bertahan lama sehingga kegiatannya pun terhenti.

Setelah masa bakti OSIS periode 2004/2005 berakhir serta beralih kepengurusan, maka secara otomatis program pun dilanjutkan. Seiring berjalannya kepengurusan OSIS masa bakti 2005/2006, sehingga kemudian ada permintaan dari Wakasek Kesiswaan untuk membentuk organisasi PKS di SMKN 1 Cimahi. Diawali oleh 2 orang anggota kemudian bertambah menjadi 7 orang anggota dan ketujuh orang anggota tersebut telah memiliki dasar tentang ke-PKS-an. Sebagai “Perintis Utama”, 7 orang anggota tersebut mengawali kegiatan dengan Patroli Jalan Raya (PJR) di sekitar jalan raya SMKN 1 Cimahi.

Dalam rangka mensosialisasikan PKS kemudian pada tanggal 22 Agustus 2005 diadakanlah penyematan anggota sebagai simbol bahwa keberadaan PKS di SMKN 1 Cimahi telah diakui. Sebagai awal pembentukannya ditentukanlah tanggal 22 Agustus 2005 sebagai hari berdirinya tonggak Patroli Keamanan Sekolah di SMKN 1 Cimahi dengan tema:
Dengan Berdirinya Patroli Keamanan Sekolah Kita Tingkatkan Semangat Yudha Bhakti Wiyata” 


Jenjang Pendidikan PKS SKM Negeri 1 Cimahi terdiri dari: 

1. Calon Kadet, yaitu calon anggota baru PKS Tk. 1 yang dianggap belum mengetahui sama sekali tentang PKS.
Diantaranya:
     a. DIKLATSAR (Pendidikan Latihan Dasar) 1
     b. Pengukuhan
2. Kadet, yaitu anggota PKS baru yang dianggap telah memiliki pengetahuan dasar tentang ke-PKS-an.
Diantaranya:
     a. DIKLATSAR 2
     b. LATSUS (Latihan Khusus) 
3. Junior, yaitu anggota PKS yang dianggap telah mampu menguasai materi (teori & praktek) ke-PKS-an.
Diantaranya:
     a. DIKLATSAR 3
     b. DIKWASLAM (Pendidikan Pengawas Kegiatan Dalam)
     c. DIKLATSAR 4
     d. LATPINWA (Latihan Kepemimpinan Siswa)
4. Senior, yaitu anggota PKS yang telah memahami materi ke-PKS-an dan ke-Pelatih-an serta telah siap untuk membentuk anggota-anggota baru PKS yang handal dan profesional.
Diantaranya:
     a. LATPINTUR (Latihan Kepemimpinan Instruktur)
5. Instruktur, yaitu anggota PKS yang telah memahami materi-materi ke-PKS-an, ke-Pelatih-an dan kepengurusan Kompi PKS. 


Back To My Story
Berawal dari diwajibkan nya mengikuti ekskul kepemimpinan di SMK Negeri 1 Cimahi. Ada ekskul Pecinta Alam, Pramuka, Paskibra, PMR, dan ekskul kepemimpinan baru dirintis saat itu yaitu PKS. Saya tertarik dengan PKS karena bagi saya ekskul ini belum familiar menurut saya, sedangkan yang lainnya sudah pernah mengikuti nya sebelum nya.

Akhirnya saya bergabung mengikuti ekskul PKS. Saat itu baru merintis. jadi saya adalah termasuk Perintis Muda PKS SMK Negeri 1 Cimahi. 

6 bulan berlalu saya mengikuti Organisasi PKS, sehingga tiba waktu nya untuk mengikuti Latsus (Latihan Khusus) yang diadakan selama 3 Hari 2 Malam di SMK Negeri 1 Cimahi dan SMP Negeri 9 Cimahi. 

Dibawah ini adalah foto foto saat saya bersama teman seperjuangan saya mengikuti Latsus PKS. :D











Salam,
Post By Rizal Riansyah