Friday, July 20, 2012

Surabaya Part I - Jawa Timur (16 - 20 July 2012)

Surabaya Part I - Jawa Timur (16 - 20 July 2012)

Assalamualaikum Warohmatullohi wabarokatu,
Salam Sejahtera Untuk Semuanya.

Saat ini saya akan bercerita tentang pertama kalinya saya mengunjungi ibukota dari Jawa Timur, yaitu Surabaya.

Seperti biasa nya, saya berangkat ke luar kota dari perjalanan dinas di pekerjaan saya. Kali ini ada pekerjaan di PT. Gresik Distribution Terminal, tepatnya di Gresik.

Saya berangkat sendiri dari Jakarta menggunakan Pesawat Batavia Air ke Bandara Ir. H. Juanda - Surabaya, sedangkan rekan saya satu orang berangkat dari Bandara Sepinggan - Balikpapan ke bandara Ir. H. Surabaya. Lalu kita bertemu di Bandara Surabaya. Perkiraan lama nya penerbangan yaitu sekitar 1 jam- 1 jam 30 menit paling lama.

Setiba nya di Bandara Ir. H. Juanda, saya bertemu dengan teman kerja. Lalu segera berangkat menuju tempat kerja di daerah Kawasan Maspion Gresik di PT. GDT dan langsung memulai pekerjan kami berdua.
Pekerjaan hari itu pun selesai, kami berdua bergegas pulang, dan mencari hotel di daerah Surabaya untuk beristirahat setelah seharian bekerja. Hotel di hari pertama yang saya tinggali adalah Hotel Elmi Surabaya. Dihari kedua saya menginap di Hotel Narita Surabaya. Dihari ketiga saya menginap di Hotel Vini Vidi Vici Surabaya juga. Di sela sela pekerjaan, ada waktu luang yang saya habiskan berlibur walaupun hanya beberapa jam saja. Saya pergunakan waktu tersebut untuk mengunjungi salah satu kebun binatang yang ada di Kota Surabaya. Dihari keempat saya menginap di Hotel Santika Surabaya. dan pada tanggal 20 Juli 2012 saya pulang kembali ke Jakarta menggunakan pesawat Lion Air dari Bandara Ir. H. Juanda menuju ke Bandara Soekarno Hatta Jakarta.


Salam,
Post By Rizal Riansyah

Saturday, July 14, 2012

Balikpapan Part III - Kalimantan Timur (17 Juni 2012 - 14 Juli 2012)

Balikpapan Part III - Kalimantan Timur

17 Juni 2012 - 14 Juli 2012
Assalamualaikum Warohmatullohi wabarokatu,
Salam Sejahtera Untuk Semuanya.

Perjalanan ketiga kali nya saya mengunjungi Kota Balikpapan. Ada mitos di kalimantan timur, apabila ada seseorang meminum air sungai mahakam (air sumur), konon orang tersebut akan betah tinggal di Kalimantan, dan akan kembali lagi kembali lagi ke kalimantan. Hal itu terbukti dengan saya kembali lagi ke balikpapan. Hehe.. Percaya g percaya sih, itu hanya mitos, namun mitos itu sudah adalah mitos yang sudah lama ada.

Perjalanan ketiga saya, selan untuk mengurus pekerjaan yang berada si TOTAL EP INDONESIE, juga untuk mengerjakan project pekerjaan di Pertamina RU V Balikpapan.


Saya Berangkat Menuju Bandara Sepinggan Balikpapab Menggunakan Pesawat Garuda Indonesia dan pulang dengan menggunakan lion Air

Salam,
Post By Rizal Riansyah

Friday, June 15, 2012

Laut China Selatan Part I - Kep. Riau, Pulau Matak - Premier Oil (11-15 Juni 2012)

11 Juni 2012

Bismillahirrohmanirrohim
Assalamualaikum Warohmatullohi wabarokatu,
Salam Sejahtera Untuk Semuanya.
 
Kesempatan kali ini saya akan menceritakan pengalaman pertama saya bekerja di Offshore. Apa itu Offshore dan apa itu Onshore? berikut adalah sedikit penjelasan tentang perbedaan dari Offshore dan Onshore.

1. Offshore
Dari namanya, ini berada di lepas pantai. Jadi letak rig ini adalah di tengah laut. Karena di laut, ada dua cara menujunya yaitu menggunakan helikopter atau kapal. Kapal yang digunakan adalah fast boat yang memang hanya untuk mengangkut penumpang, berukuran kecil dan cepat, atau supply boat yang digunakan mengangkut peralatan, solar, air dan pasokan kebutuhan lainnya untuk rig. Supply boat membutuhkan waktu yang jauuuuh lebih lama menuju rig, bisa 4 hingga 5 kali dari waktu yang dibutuhkan oleh fast boat. Hal ini dikarenakan ukurannya yang lebih besar dan berat. Dari kedua jenis kapal tersebut saya memilih fast boat pada saat laut tenang dan supply boat pada saat laut agak bergelora karena dengan ukurannya yang besar dan berat, goyangan di kapal tidak terlalu terasa. Ya, tentu saja karena saya adalah makhluk darat dan terbiasa menapak tanah yang diam dan akan mabok jika digoyang-goyang berjam-jam di laut. Tips yang saya tahu untuk mengurangi mabok laut adalah usahakan perut terisi penuh dan cukup selama perjalanan, satu jam sebelum keberangkatan. Satu lagi, dalam kondisi mabok jangan minum yang manis karena hanya menambah pusing dan mual. Hal ini saya dapat dari seorang pelaut pada saat saya berusaha mengurangi mual dengan minum teh manis hangat. Sedangkan perjalanan dengan helikopter cukup menyenangkan untuk transportasi menuju rig karena sangat cepat dan keindahan yang ada di laut bisa saya lihat dari atas seperti naik cable car di Taman Mini, hanya saja di dalam helikopter kita tidak bisa bercakap-cakap karena suara dari baling-balingnya sangat bising.
Pada saat berada di rig offshore, kegiatan yang dilakukan sangat-sangat rutin. Karena memang tidak banyak pilihan yang bisa dilakukan. Kira-kira begini gambarannya, selesai bekerja 12 jam, saya akan mandi, terus makan di mess hall atau galley. Selesai makan yang enak (biasanya lebih enak daripada rig darat) saya ke recreation room untuk melihat tivi bisa berita atau saluran musik, kalau berada di sekitaran timur tengah, cenderung india atau melodi arab. Jika nasib baik ada rig-rig yang menyediakan kursi pijat seperti osim yang banyak dijumpai di mall-mall. Setelah sekitar setengah sampai satu jam saya akan kembali ke kamar untuk baca buku atau nonton film sebelum tidur. Jika terdapat jaringan internet, saya akan buka-buka beberapa situs favorit seperti facebook, gmail dan skype atau yahoo messenger untuk bertukar kabar dengan keluarga atau istri. Setelah itu tidur hingga satu jam sebelum masuk shift kerja. Di rig offshore sangat umum dilengkapi dengan ruangan gym. Berhubung saya bukan pemilik kartu celebrity fitness atau yang sejenis jadi ruangan gym bukanlah tempat favorit saya.
Di atas saya sempat menulis kegiatan di rig offshore adalah rutin ya? Sebenarnya bisa saja menggunakan kata lain yaitu membosankan. Meski begitu, kelebihannya adalah rig offshore cenderung bersih, fasilitas cukup lengkap dan terawat, makanannya enak dan galey buka 24 jam sehingga kita bisa buat teh atau kopi, ambil kue atau buah jika merasa lapar di luar jam makan, dan peralatan penunjang pekerjaan tersedia lengkap dan siap sedia seperti misalnya crane atau tukang las.

2. Onshore
Land darat bisa dijangkau lebih mudah dibandingkan rig offshore. Lokasinya bisa di tengah hutan, di puncak gunung, tengah gurun, atau hanya di pinggir jalan sebuah kota atau desa. Jika lokasinya di area yang belum pernah dilalui orang, kendaraan yang digunakan biasanya mobil dengan penggerak 4 roda (4×4). Hal ini disebabkan akses yang dibuat sementara biasanya hanya berupa jalan tanah yang dikeraskan dan akan berubah menjadi jalan berlumpur di waktu hujan. Untuk itu mobil 4×4 sangat membantu untuk bisa melewatinya.
Aktivitas yang dilakukan cukup bervariasi, terlebih jika lokasi rig berada di dekat sebuah kota. Seringkali jika status pekerjaan sedang standby, kita bisa pergi jalan-jalan ke kota untuk sekedar berganti menu makanan yang itu-itu saja. Fasilitas yang ada tak selengkap rig offshore, seperti tidak adanya recreation room, fasilitas internet tidak tersedia, dan ruang gym isinya cuma barbel dan bangku panjang. Akomodasi kurang bersih, laundry kadang terlambat dan sering hilang terutama kaos kaki, makanannya membosankan dan kurang enak. Dari sisi pekerjaan, crane dan forklift operator susah dicari sehingga bisa menunda pekerjaan beberapa saat. Meskipun dari banyaknya kekurangan tersebut rig darat tetap memungkinkan saya bisa melihat pohon, menginjak tanah walaupun kadang becek dan berlumpur ketika hujan, bisa melihat orang lain selain pekerja rig, dan jika beruntung melihat gadis desa atau kota yang kebetulan lewat meskipun hal ini sangat jarang. Hal ini menyebabkan saya tidak terlalu bosan, karena bisa saja banyak hal baru terjadi setiap harinya.
Pengalaman pertama saya bekerja di Offshore adalah saat project yang sedang saya tangani bertempat di area offshore. Lebih tepat nya adalah di daerah Laut China Selatan, Kepulauan Riau dengan Company Man yaitu Premier Oil - Natua Sea B.V. FPSO Anoa.
 
Perjalanan untuk tiba dan bisa bekerja disana sangat panjang, di samping itu syarat yang diajukan pun sangat ribet dan lengkap. Hal ini dikarenakan karena tempat kerja yang berada di perairan lepas yang jauh dari daratan. sehingga membutuhkan beberapa syarat khusus diantaranya yaitu memiliki Sea Survival Sertificate (Bertahan hidup di air), Fire Fighting Training, First Aid & CPR Training, dan HUET (Helicopter Underwater Escape Training). Hal yang wajib dimiliki selain sertificate training adalah Personal Passport. mengapa diwajibkan memilii paddport? karena area laut china selatan berada di laut lepas, meskipun masih masuk dalam wilayah indonesia, namun daratan terdekat untuk evacuasi saat ada kecelakaan adalah Singapore.
 
Perjalanan dimulai dari Jakarta, tepatnya saya pukul 04.30 harus sudah check in di Bandara Halim Perdana Kusuma di tempat check in nya Premier Oil, dengan Pesawat Gatari Air dengan pesawat jenis ATR42-500. Pesawat kecil dengan masih menggunakan baling baling dan mempunyai kapasitas penumpang sekita 50 orang. Saat Check in akan di check mengenai kelengkapan sertifikat yang kita miliki dan tentunya adalah passport pun di check.
 
Setelah check in, saya menunggu boarding di ruang tunggu. Tepat pada pukul 06.30 saya memasuki kabin pesawat. Perjalanan pesawat dari Bandara Halim Perdana Kusuma menuju Bandara Matak di pulau Matak sekitar 2 jam 30 menit.
 
Setibanya di Matak Base Airport, saya check in untuk mendapatkan tiket Chopper (Helicopter) Pelita Air dengan jenis Sikorsky S-76 C++ kapasitas 12+2 orang.

Sebelum memasuki Chopper, kita akan disuguhkan oleh Video Breafing mengenai safety menggunakan Chopper. 

10.00 Pagi, saya pun berangkat take off menggunakan chopper dari Bandara Matak menuju FPSO Anoa - Premier Oil. 

Pekerjaan selesai beberapa hari.
saya pun pulang dengan menggunakan Chopper dan Pesawat dari Matak Airport  menuju Bandara Halim Perdana Kusuma yang sama pada tanggal 15 Juni 2012

Terlampir adalah Foto Foto dari Perjalanan saya :D
 
Matak Airport

Hahaha

Hahaha

Barding Pass untuk naik Chopper

FPSO ANOA - Premier Oil

Abaikan Tanggal yang salah wkwkwkwk

Abaikan Tanggal yang salah wkwkwkwk


Note :
beberapa info didapat juga dari :

http://gugussyuhada.com/2012/05/15/bedanya-kerja-di-offshore-dan-di-onshore-land-rig/


Salam,
Post By Rizal Riansyah
 

Monday, May 7, 2012

Balikpapan Part II - Kalimantan Timur (07 Mei 2012)

Balikpapan Part II - Kalimantan Timur

07 Mei 2012 

Assalamualaikum Warohmatullohi wabarokatu,
Salam Sejahtera Untuk Semuanya.

Saat ini saya akan bercerita perjalanan kedua kali nya saya mengunjungi Kota Balikpapan. Ada mitos di kalimantan timur, apabila ada seseorang meminum air sungai mahakam (air sumur), konon orang tersebut akan betah tinggal di Kalimantan, dan akan kembali lagi kembali lagi ke kalimantan. Hal itu terbukti dengan saya kembali lagi ke balikpapan. Hehe.. Percaya g percaya sih, itu hanya mitos, namun mitos itu sudah adalah mitos yang sudah lama ada.

Perjalanan kedua saya mengunjungi kota Balikpapan ini masih berkutik dibidang pekerjaan saya di TOTAL EP INDONESIE. Saya berangkat ke Balikpapan dengan menggunakan pesawat Lion Air.

Masih seperti pengalaman pertama saya ke Balikpapan, saya tinggal si mes Senipah dan sesekali saya tinggal juga di mes Balikpapan. 
Kurang lebih saya 2 bulan di sini. Menikmati pekerjaan da liburan d daerah borneo.


Dibawah ini adalah foto foto saat saya berkerja di TOTAL EP INDONESIE Senipah.
Bergaya wkwkwkwk

Nongkrong di Control Room

Install PD Meter M16

Senipah
Lama saya tinggal di Balikpapan, hampir dua bulan saya di Balikapapan yang kedua kali ini. Saya pulang kembali ke Jakarta pada tanggal 04 Juni 2012 Dengan menggunakan pesawat Lion Air.

Salam,
Post By Rizal Riansyah

Monday, March 5, 2012

Balikpapan Part I - Kalimantan Timur (5 Maret 2012)

05 Maret 2012

Assalamualaikum Warohmatullohi wabarokatu,
Salam Sejahtera Untuk Semuanya.

Saat ini saya akan bercerita tentang pertama kalinya saya menggunakan pesawat terbang :D hahaha.. Perjalanan pertama saya menggunakan pewasat terbang ini adalah saat ada perjalanan dinas dari kantor saya bekerja yang menugaskan saya untuk dinas di daerah Balikpapan, Kalimantan Timur.


Balikpapan adalah salah satu kota di Kalimantan Timur (Kaltim), Indonesia
Balikpapan merupakan kota dengan biaya hidup termahal se-Indonesia. Logo dari kota yang sering disebut Kota Minyak (Banua Patra) dan Bumi Manuntung ini adalah beruang madu, maskot Balikpapan yang mulai di ambang kepunahan. Nama asli Balikpapan adalah Billipapan atau Balikkappan (logat Banjar).

Singkat cerita, saya bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang oil & gas, tepat nya di metering system. Nama perusahaan nya yaitu PT. Binaguna Adi Sejahtera. Sebuah perusahaan yang menjadi sole agent nya FMC technology, Smith Meter.

Di awal taun ini saat saya baru bergabung di perusahaan ini, saya mendapatkan pekerjaan upgrading metering system untuk costody transfer nya TOTAL EP INDONESIE di Senipah, Kalimantam Timur.

Beberapa Bulan saya membuat sebuah panel control untuk metering system di workshop PT. Binaguna di Jakarta Selatan, akhir nya selesai d akhir februari.

Pengiriman panel dari jakarta ke balikpapan pun d lakukan,

Dan di awal maret, Pagi itu saya berangkat bersama teman satu kantor dari Tebet meuju ke Bandara Soekarno Hatta, kami menggunakan supir dari kantor menuju Bandara Soekarno Hatta.

Saya tiba di terminal bandara Soekarno Hatta, lalu check in di counter Garuda Indonesia. Setelah check in, saya pun masuk ke boarding room dan menunggu pswat kami siap untuk d berangkatkan.

Ketika memasuki pewasat, saya langsung duduk sesuai dengan nomer kursi yang tertera di tiket. Saya duduk di samping jendela. Tak beberapa lama, pesawat pun take off berangkat menuju Bandara Sepinggan, yaitu bandara yang berada di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Perjalanan dari Jakarta ke Balikpapan ditempuh dengan waktu 2jam 10menit. Akhir nya kami berdua pun tiba di Bandara Sepinggan dengan selamat.


Bergegas kami ambil tas dan barang barang yang kami simpan di bagasi lalu kami di jemput oleh rekan kerja untuk menuju Mes atau Kantor cabang perusahaan kami.

Beberapa hari kemudian saya berangkat menuju Senipah, Kutai Kartanegara. Memerlukan waktu 90-120menit dari balikpapan menuju Senipah. Di Senipah terdapat sebuah perusahaan prancis bernama TOTAL EP INDONESIE dan saya bersama rekan rekan satu perusahaan akan memulai proyek pekerjaan upgreding metering sistem di sana.. Kami memiliki sebuah mes di Senipah. Satu minggu sekali kami refreshing menuju mes Balikpapan.

Senipah adalah daerah pesisir pantai, banyak rumah panggung dsana, banyak pohon kelapa, bertanah rawa, dan beberapa menggenang air dari irigasi. Daerah ini termasuk daerah yang panas saat siang hari. Pemandangan pantai yang indah di Senipah. Pantai Pamedas adalah salah satu pantai yang berada di Senipah.

Selama 3 bulan saya tinggal di Senipah dan Balikpapan. Sebuah perjalanan hdup yang baru bisa mengenal karakter orang orang dari Kalimantan Timur. 3 bulan berlalu dan saya pun pulang ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Lion Air.

Salam,
Post By Rizal Riansyah

Saturday, January 1, 2011

Kampung Naga - Tasikmalaya (01 Januari 2011)

01 Januari 2011

Nilailah seseorang dari pertanyaan yang dia ajukan, bukan dari jawaban yang ia katakan.” Voltaire (1694–1778), penulis dan filsuf Prancis

Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.
Salam Sejahtera Untuk Semuanya.

Perkenalkan nama saya Rizal Riansyah,
 Di kesempatan ini saya akan menceritakan perjalanan liburan saya di tahun baru 2011 di daerah Tasik Malaya, lebih fokus nya di Kampung Naga.

Berkumpul di Kota Cimahi dengan beberapa teman, setelah semua berkumpul, kita touring menggunakan sepeda motor berangkat ke Tasik,

Perjalanan dari Cimahi ke Tasikmalaya menghabiskan waktu sekitar 4-5jam (perjalanan yang panjang) :D

Setelah melewati batas bantuk dan tasik/gaurt, sepanjang perjalanan di suguhi oleh pemandangan yang menyejukan.

Setibanya di Kampung naga, kita parkir kendaraan kita di tempat parkir di dekat gerbang Kampung Naga.
Cukup murah untuk parkir nya, sangat terjangkay bagi kocek kita :D

Informasi Mengenasi Kampung Naga - Tasik Malaya

Kampung Naga merupakan suatu perkampungan yang dihuni oleh sekelompok masyarakat yang sangat kuat dalam memegang adat istiadat peninggalan leluhurnya, dalam hal ini adalah adat Sunda. Seperti permukiman Badui, Kampung Naga menjadi objek kajian antropologi mengenai kehidupan masyarakat pedesaan Sunda pada masa peralihan dari pengaruh Hindu menuju pengaruh Islam di Jawa Barat.

Kampung Naga merupakan sebuah kampung adat yang masih lestari. Masyarakatnya masih memegang adat tradisi nenek moyang mereka. Mereka menolak intervensi dari pihak luar jika hal itu mencampuri dan merusak kelestarian kampung tersebut. Namun, asal mula kampung ini sendiri tidak memiliki titik terang. Tak ada kejelasan sejarah, kapan dan siapa pendiri serta apa yang melatarbelakangi terbentuknya kampung dengan budaya yang masih kuat ini. Warga kampung Naga sendiri menyebut sejarah kampungnya dengan istilah "Pareum Obor". Pareum jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, yaitu mati, gelap. Dan obor itu sendiri berarti penerangan, cahaya, lampu. Jika diterjemahkan secara singkat yaitu,  Matinya penerangan. Hal ini berkaitan dengan sejarah kampung naga itu sendiri. Mereka tidak mengetahui asal usul kampungnya. Masyarakat kampung naga menceritakan bahwa hal ini disebabkan oleh terbakarnya arsip/ sejarah mereka pada saat pembakaran kampung naga oleh Organisasi DI/TII Kartosoewiryo. Pada saat itu, DI/TII menginginkan terciptanya negara Islam di Indonesia. Kampung Naga yang saat itu lebih mendukung Soekarno dan kurang simpatik dengan niat Organisasi tersebut. Oleh karena itu, DI/TII yang tidak mendapatkan simpati warga Kampung Naga membumihanguskan perkampungan tersebut pada tahun 1956.
Adapun beberapa versi sejarah yang diceritakan oleh beberapa sumber diantaranya, pada masa kewalian Syeh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati, seorang abdinya yang bernama Singaparana ditugasi untuk menyebarkan agama Islam ke sebelah Barat. Kemudian ia sampai ke daerah Neglasari yang sekarang menjadi Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya. Di tempat tersebut, Singaparana oleh masyarakat Kampung Naga disebut Sembah Dalem Singaparana. Suatu hari ia mendapat ilapat atau petunjuk harus bersemedi. Dalam persemediannya Singaparana mendapat petunjuk, bahwa ia harus mendiami satu tempat yang sekarang disebut Kampung Naga. Namun masyarakat kampung Naga sendiri tidak meyakini kebenaran versi sejarah tersebut, sebab karena adanya "pareumeun obor" tadi.
Kampung ini secara administratif berada di wilayah Desa NeglasariKecamatan SalawuKabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Lokasi Kampung Naga tidak jauh dari jalan raya yang menghubungkan kota Garut dengan kota TasikmalayaKampung ini berada di lembah yang subur, dengan batas wilayah, di sebelah Barat Kampung Naga dibatasi oleh hutan keramat karena di dalam hutan tersebut terdapat makam leluhur masyarakat Kampung Naga. Di sebelah selatan dibatasi oleh sawah-sawah penduduk, dan di sebelah utara dan timur dibatasi oleh Ci Wulan (Kali Wulan) yang sumber airnya berasal dari Gunung Cikuray di daerah Garut. Jarak tempuh dari kota Tasikmalaya ke Kampung Naga kurang lebih 30 kilometer, sedangkan dari kota Garut jaraknya 26 kilometer. Untuk menuju Kampung Naga dari arah jalan raya Garut-Tasikmalaya harus menuruni tangga yang sudah di tembok (Sunda : sengked) sampai ke tepi sungai Ciwulan dengan kemiringan sekitar 45 derajat dengan jarak kira-kira 500 meter. Kemudian melalui jalan setapak menyusuri sungai Ciwulan sampai kedalam Kampung Naga.
Menurut data dari Desa Neglasari, bentuk permukaan tanah di Kampung Naga berupa perbukitan dengan produktivitas tanah bisa dikatakan subur. Luas tanah Kampung Naga yang ada seluas satu hektare setengah, sebagian besar digunakan untuk perumahan, pekarangan, kolam, dan selebihnya digunakan untuk pertanian sawah yang dipanen satu tahun dua kali.
Penduduk Kampung Naga semuanya mengaku beragama Islam. Pengajaran mengaji bagi anak-anak di Kampung Naga dilaksanakan pada malam Senin dan malam Kamis, sedangkan pengajian bagi orang tua dilaksanakan pada malam Jumat. Dalam menunaikan rukun Islam yang kelima atau ibadah Haji, mereka beranggapan tidak perlu jauh-jauh pergi ke Tanah Suci Mekkah, namun cukup dengan menjalankan upacara Hajat Sasih yang waktunya bertepatan dengan Hari Raya Haji yaitu setiap tanggal 10 Rayagung (Dzulhijjah). Upacara Hajat Sasih ini menurut kepercayaan masyarakat Kampung Naga sama dengan Hari Raya Idul Adha dan Hari Raya Idul Fitri.
Menurut kepercayaan masyarakat Kampung Naga, dengan menjalankan adat-istiadat warisan nenek moyang berarti menghormati para leluhur atau karuhun. Segala sesuatu yang datangnya bukan dari ajaran karuhun Kampung Naga, dan sesuatu yang tidak dilakukan karuhunnya dianggap sesuatu yang tabu. Apabila hal-hal tersebut dilakukan oleh masyarakat Kampung Naga berarti melanggar adat, tidak menghormati karuhun, hal ini pasti akan menimbulkan malapetaka.
Kepercayaan masyarakat Kampung Naga kepada mahluk halus masih dipegang kuat. Percaya adanya jurig cai, yaitu mahluk halus yang menempati air atau sungai terutama bagian sungai yang dalam ("leuwi"). Kemudian "ririwa" yaitu mahluk halus yang senang mengganggu atau menakut-nakuti manusia pada malam hari, ada pula yang disebut "kunti anak" yaitu mahluk halus yang berasal dari perempuan hamil yang meninggal dunia, ia suka mengganggu wanita yang sedang atau akan melahirkan. Sedangkan tempat-tempat yang dijadikan tempat tinggal mahluk halus tersebut oleh masyarakat Kampung Naga disebut sebagai tempat yang angker atau sanget. Demikian juga tempat-tempat seperti makam Sembah Eyang SingaparnaBumi ageung dan masjid merupakan tempat yang dipandang suci bagi masyarakat Kampung Naga.
Tabu, pantangan atau pamali bagi masyarakat Kampung Naga masih dilaksanakan dengan patuh khususnya dalam kehidupan sehari-hari, terutama yang berkenaan dengan aktivitas kehidupannya.pantangan atau pamali merupakan ketentuan hukum yang tidak tertulis yang mereka junjung tinggi dan dipatuhi oleh setiap orang. Misalnya tata cara membangun dan bentuk rumah, letak, arah rumah,pakaian upacara, kesenian, dan sebagainya.
Bentuk rumah masyarakat Kampung Naga harus panggung, bahan rumah dari bambu dan kayu. Atap rumah harus dari daun nipah, ijuk, atau alang-alang, lantai rumah harus terbuat dari bambu atau papan kayu. Rumah harus menghadap kesebelah utara atau ke sebelah selatan dengan memanjang kearah Barat-Timur. Dinding rumah dari bilik atau anyaman bambu dengan anyaman sasag. Rumah tidak boleh dicat, kecuali dikapur atau dimeni. Bahan rumah tidak boleh menggunakan tembok, walaupun mampu membuat rumah tembok atau gedung (gedong).
Rumah tidak boleh dilengkapi dengan perabotan, misalnya kursi, meja, dan tempat tidur. Rumah tidak boleh mempunyai daun pintu di dua arah berlawanan. Karena menurut anggapan masyarakat Kampung Naga, rizki yang masuk kedalam rumah melaui pintu depan tidak akan keluar melalui pintu belakang. Untuk itu dalam memasang daun pintu, mereka selalu menghindari memasang daun pintu yang sejajar dalam satu garis lurus.
Di bidang kesenian masyarakat Kampung Naga mempunyai pantangan atau tabu mengadakan pertunjukan jenis kesenian dari luar Kampung Naga seperti wayang golek, dangdut, pencak silat, dan kesenian yang lain yang mempergunakan waditra goong. Sedangkan kesenian yang merupakan warisan leluhur masyarakat Kampung Naga adalah terbangan, angklung, beluk, dan rengkong. Kesenian beluk kini sudah jarang dilakukan, sedangkan kesenian rengkong sudah tidak dikenal lagi terutama oleh kalangan generasi muda. Namun bagi masyarakat Kampung Naga yang hendak menonton kesenian wayangpencak silat, dan sebagainya diperbolehkan kesenian tersebut dipertunjukan di luar wilayah Kampung Naga.
Adapu pantangan atau tabu yang lainnya yaitu pada hari Selasa, Rabu, dan Sabtu. Masyarakat kampung Naga dilarang membicarakan soal adat-istiadat dan asal usul kampung Naga. Masyarakat Kampung Naga sangat menghormati Eyang Sembah Singaparna yang merupakan cikal bakal masyarakat Kampung Naga. Sementara itu, di Tasikmalaya ada sebuah tempat yang bernama Singaparna, Masyarakat Kampung Naga menyebutnya nama tersebut Galunggung, karena kata Singaparna berdekatan dengan Singaparna nama leluhur masyarakat Kampung Naga.
Sistem kepercayaan masyarakat Kampung Naga terhadap ruang terwujud pada kepercayaan bahwa ruang atau tempat-tempat yang memiliki batas-batas tertentu dikuasai oleh kekuatan-kekuatan tertentu pula. Tempat atau daerah yang mempunyai batas dengan kategori yang berbeda seperti batas sungai, batas antara pekarangan rumah bagian depan dengan jalan, tempat antara pesawahan dengan selokan, tempat air mulai masuk atau disebut dengan huluwotan, tempat-tempat lereng bukit, tempat antara perkampungan dengan hutan, dan sebagainya, merupakan tempat-tempat yang didiami oleh kekuatan-kekuatan tertentu. Daerah yang memiliki batas-batas tertentu tersebut didiami mahluk-mahluk halus dan dianggap angker atau sanget. Itulah sebabnya di daerah itu masyarakat Kampung Naga suka menyimpan "sasajen" (sesaji).
Kepercayaan masyarakat Kampung Naga terhadap waktu terwujud pada kepercayaan mereka akan apa yang disebut palintangan. Pada saat-saat tertentu ada bulan atau waktu yang dianggap buruk, pantangan atau tabu untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang amat penting seperti membangun rumah, perkawinan, hitanan, dan upacara adat. Waktu yang dianggap tabu tersebut disebut larangan bulan. Larangan bulan jatuhnya pada bulan sapar dan bulan Rhamadhan. Pada bulan-bulan tersebut dilarang atau tabu mengadakan upacara karena hal itu bertepatan dengan upacara menyepi. Selain itu perhitungan menentukan hari baik didasarkan pada hari-hari naas yang ada dalam setiap bulannya, seperti yang tercantum dibawah ini:
  1. Muharam (Muharram) hari Sabtu-Minggu tanggal 11,14
  2. Sapar (Safar) hari Sabtu-Minggu tanggal 1,20
  3. Maulud hari (Rabiul Tsani)Sabtu-Minggu tanggal 1,15
  4. Silih Mulud (Rabi'ul Tsani) hari Senin-Selasa tanggal 10,14
  5. Jumalid Awal (Jumadil Awwal)hari Senin-Selasa tanggal 10,20
  6. Jumalid Akhir (Jumadil Tsani)hari Senin-Selasa tanggal 10,14
  7. Rajab hari (Rajab) Rabu-Kamis tanggal 12,13
  8. Rewah hari (Sya'ban) Rabu-Kamis tanggal 19,20
  9. Puasa/Ramadhan (Ramadhan)hari Rabu-Kamis tanggal 9,11
  10. Syawal (Syawal) hari Jumat tanggal 10,11
  11. Hapit (Dzulqaidah) hari Jumat tanggal 2,12
  12. Rayagung (Dzulhijjah) hari Jumat tanggal 6,20
Pada hari-hari dan tanggal-tanggal tersebut tabu menyelenggarakan pesta atau upacara-upacara perkawinan, atau khitanan. Upacara perkawinan boleh dilaksanakan bertepatan dengan hari-hari dilaksanakannya upacara menyepi. Selain perhitungan untuk menentukan hari baik untuk memulai suatu pekerjaan seperti upacara perkawinan, khitanan, mendirikan rumah, dan lain-lain, didasarkan pada hari-hari naas yang terdapat pada setiap bulannya.

Berikut ini adalah foto foto saat berada di kampung naga :

Gerbang Masuk Kampung Naga



Tugu Kujang Pusaka
Memasuki Kampung Naga
Memasuki Kampung Naga
Rumah Rumah di Kampung Naga
Selfie Dulu Hahahahaha
Selfie Lagi :D

View Kampung Naga
Rumah Rumah Di Kampung Naga
Salam, 
Post By Rizal Riansyah

Info dari Wikipedia.com

 

Sunday, August 16, 2009

Maribaya - Lembang (16 Agustus 2009)

”Kecerdasan tanpa ambisi bagaikan seekor burung tak bersayap”. Salvador DalĂ­ (1904–1989)pelukis Spanyol 

Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

Salam Sejahtera Untuk Semuanya.
Perkenalkan nama saya Rizal Riansyah,
Di kesempatan ini saya akan menuangkan cerita perjalanan liburan ke Maribaya - Lembang tahun 2009 tepat nya tanggal 16 bulan Agustus 2009.
Hari Minggu, saat menjelang hari kemerdekaan Indonesia yaitu tanggal 16 Agustus 2009, saat nya melepas penat kembali setelah berminggu minggu disibukan dengan dunia pekerjaan yang selalu membawa pikiran pikiran ruwet.
Wisata Alam Kali ini berkunjung ke daerah utara Kota Kembang Bandung, mendinginkan suasana, menyejukan badan, termasuk menyejukan hati, hehe.
Perjalanan dari Cimahi, tempat lahir saya, :D. Setelah berkumpul pagi hari dan janjian bersama teman teman saya di suatu tempat di Cimahi, kita pun berangkat k salah satu rumah teman saya di daerah Lembang Bandung. Perjalanan ditembuh dengan 2-3jam dikarenakan saat itu adalah saat saat liburan, sehingga jalanan macet dan padat.

Sesampai nya disana kita beristirahat dan menikmati suasana perkebunan daerah Lembang.

Informasi Tentang Maribaya - Lembang
Maribaya terletak di sebelah utara kota Bandung. Tepat nya berada di sebelah timur Lembang. Kawasan ini dulu terkenal dengan pemandian air panas nya. Tapi saat ini yang masih terkenal adalah alam nya yang masih asri dan menyatu dengan kawasan Taman Hutan Raya Djuanda.
Wisata Maribaya terkenal akan taman hutan alam, oleh sebab itu daerah ini merupakan kawasan hutan di Bandung yang memberikan pemandangan pepohonan menjulang tinggi serta terdapat air terjun dan pemandian air panas.


Singkat saja cerita dari Maribaya nya, berhubung dsana juga tidak lama :D
Salam Damai,


Post By Rizal Riansyah

07 Juni 2009